Makalah Bisnis Internasional


Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah:
BISNIS INTERNASIONAL
Dosen Pengampu :
A.   SHODIQ, M.Sy



Oleh : kelompok 1

1
Budi Ahmad Romadhon
12405173151
2
Lutfi Maulana Arbai
12405173175
3
Khasbi Yuliarto Widodo
12405173173


JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) TULUNGAGUNG
AGUSTUS 2019

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. atas segala karunianya sehingga laporan penelitian ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa abadi tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan umatnya.
Sehubungan dengan selesainya penulisan makalah ini maka penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Bapak Dr. Maftukhin, M.Ag. selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
2.      Bapak Prof. H. Imam Fu‟adi, M.Ag. selaku Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
3.      Bapak Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
4.      Bapak Nur Aziz Muslim, M. HI. selaku Ketua Jurusan Manajeman Bisnis Syariah Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
5.      A. Shodiq, M.Sy sebagai pembimbing yang telah memberikan pengarahan dan koreksi sehingga penelitian dapat terselesaikan.
6.      Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan laporan penelitian ini.
Dengan penuh harap semoga jasa kebaikan mereka diterima Allah SWT. dan tercatat sebagai amal shalih. Akhirnya, karya ini penulis suguhkan kepada segenap pembaca, dengan harapan adanya saran dan kritik yang bersifat konstruktif demi perbaikan.. Semoga karya ini bermanfaat dan mendapat ridha Allah SWT.

Tulungagung, 3 September 2019


DAFTAR ISI






BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Bisnis internasional merupakan salah satu bentuk Hubungan Internasional. Bisnis Internasional merupakan kinerja aktivitas bisnis yang melintasi batas nasional. Seperti yang kita ketahui, tidak ada satu negara pun yang  dapat menghasilkan sendiri semua barang  atau jasa yang dibutuhkan oleh negara tersebut . Karena tak semua Negara memiliki sumber alam untuk keperluam industri serta tidak semua iklim cocok untuk hasil bumi. Dan masih banyak lagi faktor yang melatar belakangi dilakukannya Bisnis Internasional.
Bisnis internasional yang digerakkan suatu negara  memiliki macam aktivitas di dalamnya dan memiliki tahapan  memasuki kegiatan bisnis.  Selain itu diadakannya bisnis internasional memiliki spesialisasi keunggulan atau kekuatan  beserta kelemahannya  maka suatu Negara haruslah menentukan pilihan yang strategis. Pertimbangan pengembangan bisnis yang  mendorong mengapa suatu perusahaan terjun ke bisnis internasional. Serta hambatan – hambatan  dalam memasuki bisnis internasional.
Bisnis internasional merupakan salah satu kompenen penting penggerak kehidupan perekonomian suatu bangsa  maka dari itu salah satu kompenen ini haruslah berjalan dalam rangka keberlangsungan kehidupan bangsa. Dan penulis memutuskan untuk mengambil tema bisnis internasional dalam pembahasan kali ini. (Murti Sumarni dan John Soeprihanto, 1998:26)


RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu Bisnis Internasional?
2.      Apa saja perbedaan Bisnis Internasional dengan Bisnis Domestic (dalam negeri) ?
3.      Untuk apa Tujuan Diadakannya Bisnis Internasional ?
4.      Apa saja teori-teori tentang Perdagangan Internasional ?
5.      Apa saja kebijakan Perdagangan Internasional ?

TUJUAN
1.      Mengetahui apa itu Bisnis Internasional
2.      Perbedaan Bisnis Internasional dengan Bisnis Domestic (dalam negeri)
3.      Tujuan Diadakannya Bisnis Internasional
4.      Teori-teori tentang Bisnis Internasional
5.      Kebijakan Bisnis Internasional



BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN BISNIS INTERNASIONAL

Bisnis internasional adalah sebuah kegiatan yang menyangkut segala macam transakasi bisnis  di antara dua negara atau lebih, dengan mencakup baik kegiatan antar pemerintah maupun perusahaan swasta (T. May Rudy, 2001:1)Indrio Gitosudarmo (1996:131) menyimpulkan bahwa Bisnis Internasional dibedakan oleh adanya dua transaksi yaitu:
                                             
a.       Perdagangan Internasional (International Trade)
Perdagangan Internasional (International Trade) adalah suatu transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain. Dalam hal perdagangan internasional transaksi antar negara dilakukan dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor maka timbul “Neraca Perdagangan Antar Negara”

b.      Pemasaran Internasional (International Marketing)
Pemasaran Internasional (International Marketing) adalah suatu transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu perusahaan di dalam suatu negara dengan perusahaan lain atau orang/ individu di negar lain.[1]

B.     Perbedaan Bisnis Internasional dengan Bisnis Domestic (dalam negeri)
Paulus Sukardi dan Evi Thelia Sari (2007:121) menyimpulkan bahwa adanya perbedaan Bisnis Internasional dengan Bisnis Domestic (dalam negeri) yaitu :
                           
a. Bisnis Internasional:
1.      Perusahaan tidak hanya melakukan investasi di negara sendiri tetapi juga melakukan investasi di negara lain.
2.      Memiliki resiko karena perbedaan wilayah sehubungan dengan perbedaan kurs valuta asing.
3.      Lebih kompleks dengan adanya perbedaan ideologi, budaya, politik, sosial, dan ekonomi.
4.      Karena jarak yang jauh membuat biaya lebih mahal jika dilihat dari sisi lokasi.
b. Bisinis Domestik:
1.      Tidak beresiko tinggi karena perusahaan berada di negara sendiri yang sudah diketahui sistem perekonomiannya.
2.      Kesempatan untuk memperoleh keuntungan lebih besar berkurang karena ruang lingkup pasar hanya terbatas di negara sendiri.
3.      Lebih mudah dalam hal komunikasi, pengurusan izin investasi dan transportasi.
C.    Tujuan Diadakannya Bisnis Internasional

a.       Perluasan Penjualan (Sales Expansion)
Perluasan penjualan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk barang-barang yang tidak mudah rusak perlu perluasan penjualan (market area). Contohnya seperti barang-barang kerajinan tangan.
                          
b.      Mendekati Sumber (Resource Acquisition)
Sumber yang dimaksud disini meliputi 6M, antara lain adalah Man, Money, Machine, Materials, dan Market, yang mencakup sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya kapital.

c.       Penanekaragaman (Diversifikasi)
Penjualan produk disesuaikan dengan segmen pasar yang meliputi selera masyarakat, daya beli ataupun fungsi barang. Misalnya, mobil Kijang dijual di Indonesia.

d.       Alih Tekhnologi
Alih tekhnologi disini hanya dikhususkan untuk negara yang berkembang (developing country).[3]



D.    Teori-teori tentang Bisnis Internasional

a.        Teori Merkantilisme
Teori merkantilisme adalah teori yang menekankan pada dua ide pokok yaitu pemupukan logam mulia (emas) dan politik perdagangan ditujukan agar negara terus menerus meningkatkan ekspor dan mencegah impor.
                       
               
b.      Teori Absolute
Teori ini diperkenalkan oleh Adam Smith yang menekankan bahwa perdagangan secara sukarela jika kedua negara memperoleh keuntungan. Keunggulan absolut adalah keadaan dimana masing-masing negara dapat memproduksi suatu komuditi yang berbeda dengan lebih efisien daripada negara lain. Oleh karena itu negara yang tidak memiliki barang-barang tersebut harus mengimpor.

c.       Teori Komparatif
Teori ini diperkenalkan oleh David Ricardo, yang menyebutkan bahwa suatu negara seharusnya memproduksi dan mengekspor barang dan jasa yang dapat diproduksinya dengan relatif lebih banyak dari yang dapat diproduksi negara lain dan mengimpor barang dan jasa yang dapat diproduksi negara lain relatif lebih baik daripada yang dapat diproduksinya.

d.      Teori Proporsi Faktor
Teori ini menekankan bahwa negara harus memperhatikan produk-produk yang diproduksi untuk ekspornya sesuai dengan kesediaan faktor-faktor sumberdaya di negara tersebut. Jika suatu negara kurang memiliki banyak faktor-faktor sumberdaya tertentu sebaiknya negara tersebut lebih baik mengimpor.
E.      Kebijakan Bisnis Internasional
Perdagangan Internasional memiliki tujuan untuk dapat memaksimalkan keutungan bagi setiap negara yang terlibat. Oleh karena itu, beberapa negara memberlakukan kebijakan-kebijakan perdagangan internasional sebagai usaha melindungi perusahaan-perusahaan dalam negerinya.
Antara lain :                                 
a.       Tarif
Tarif merupakan pembebanan pajak atau cukai yang dikenakan atas barang yang diperdagangkan secara internasional. Tarif dapat digolongkan menjadi :
1.      Bea ekspor yaitu pajak yang dibebankan atas barang-barang ekspor.
2.      Bea transitu yaitu pembebanan pajak terhadap barang-barang yang melalui wilayah suatu negara.
3.      Bea impor yaitu pajak yang dibebankan atas barang-barang yang diimpor.

b.      Kuota Ekspor Impor
Kuota adalah pembatasan secara langsung terhadap jumlah produk ekspor maupun impor. Kuota impor adalah memberikan izin pada suatu perusahaan yang mengimpor suatu barang dengan jumlah yang telah dibatasi. Kuota ekspor adalah memberikan izin pada suatu perusahaan yang mengekspor suatu barang dengan jumlah yang telah dibatasi.
5
c.       Pelarangan Impor
Pelarangan Impor bertujuan untuk melindungi produk dalam negeri, sehingga tidak ada barang luar negeri yang dapat masuk. Larangan ini juga bertujuan melindungi masyarakat dari barang-barang yang dapat merugikan.

d.      Pelarangan Ekspor
Pelarangan Ekspor bertujuan untuk menjaga pasokan dalam negeri sehingga produk yang dihasilkan dapat mencukupi konsumsi dalam negeri.

e.       Subsidi
Subsidi bertujuan untuk mengurangi biaya perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Diharapkan agar produsen dalam negeri bisa menjual produknya lebih murah dengan adanya subsidi tersebut, sehingga dapat bersaing dengan produk-produk asing yang masuk ke dalam negeri.[5]



BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
a.       Perdagangan Internasional (International Trade) adalah suatu transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain.
b.    Bisnis Internasional:
1.      Perusahaan tidak hanya melakukan investasi di negara sendiri tetapi juga melakukan investasi di negara lain.
2.      Memiliki resiko karena perbedaan wilayah sehubungan dengan perbedaan kurs valuta asing.
3.      Lebih kompleks dengan adanya perbedaan ideologi, budaya, politik, sosial, dan ekonomi.
4.      Karena jarak yang jauh membuat biaya lebih mahal jika dilihat dari sisi lokasi.
Bisinis Domestik:
1        Tidak beresiko tinggi karena perusahaan berada di negara sendiri yang sudah diketahui sistem perekonomiannya.
2        Kesempatan untuk memperoleh keuntungan lebih besar berkurang karena ruang lingkup pasar hanya terbatas di negara sendiri.
3        Lebih mudah dalam hal komunikasi, pengurusan izin investasi dan transportasi.
c.       Tujuan Diadakannya Bisnis Internasional
1.      Perluasan Penjualan (Sales Expansion)
2.      Mendekati Sumber (Resource Acquisition)
3.      Penanekaragaman (Diversifikasi)
4.      Alih Tekhnologi
d.      Teori-teori tentang Bisnis Internasional :
1.       Teori Merkantilisme
2.      Teori absolute
3.      Teori komparatif
4.      Teori proporsi faktor
e.       Kebijakan bisnis internasional :
1.      Tarif
2.      Kuota impor ekspor
3.      Pelarangan ekspor
4.      Pelarangan impor
2 Saran
Sebaiknya bisinis internasional diterapkan di seluruh negara maju maupun berkembang. Dengan memperhatikan syarat dan tahap-tahap memasuki pasar internasional, perusahaan akan mampu mengenalkan barang yang mereka produksi dan mampu bersaing di kalangan internasional dan juga mampu mengembangkan produk serta kemajuan negaranya.



DAFTAR PUSTAKA
Hariri, Afwan.2009.Pengantar Bisnis. Malang: Jurusan Manajemen FE UM.

Rudy, T.May.2001.Bisnis Internasional Teori, Aplikasi, & Operasionalisasi. Bandung: Refika Aditama.

Sukardi, Paulus dan Evi Thelia Sari.2007.Bisnis Internasional Sebuah Perspektif Kewirausahaan.Yogyakarta: Graha Ilmu.

             
Darmo, Suwiryo.2018.Bisnis Internasional.Jakarta:Mitra Wacana Media.



[1] Rudy, T.May.2001.Bisnis Internasional Teori, Aplikasi, & Operasionalisasi. Bandung: Refika Aditama. Hal. 1

[2] Sukardi, Paulus dan Evi Thelia Sari.2007.Bisnis Internasional Sebuah Perspektif Kewirausahaan.Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal. 131

[3] Rudy, T.May.2001.Bisnis Internasional Teori, Aplikasi, & Operasionalisasi. Bandung: Refika Aditama. Hal. 2

[4] Hariri, Afwan.2009.Pengantar Bisnis. Malang: Jurusan Manajemen FE UM. Hal. 178
[5] Darmo, Suwiryo.2018.Bisnis Internasional.Jakarta:Mitra Wacana Media. Hal.3-5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Modal Ventura

Makalah Bisnis Syariah Sebagai Pekerjaan Mulia

Makalah Persepsi dan Pengambilan Keputusan