Makalah Penganggaran Kas
PENGANGGARAN KAS
Diajukan
untuk memenuhi tugas mata kuliah
Penganggaran Bisnis
Dosen Pengampu:
Moh. Farih Fahmi,S.Pd.,M.Pd
Oleh
: Kelompok 06
1
|
Budi Ahmad R
|
12405173151
|
2
|
Novitasari
|
12405173166
|
3
|
Wilyam Adi N
|
12405173177
|
4
|
Viona Anggarrila
|
12405173179
|
JURUSAN MANAJEMEN BISNIS ISLAM
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) TULUNGAGUNG
APRIL 2020
KATAl PENGANTAR
Puji syukur
alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. atas segala karunianya
sehingga laporan penelitian ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam semoga
senantiasa abadi tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan umatnya.
Sehubungan dengan
selesainya penulisan makalah ini maka penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Maftukhin,
M.Ag. selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
2. Bapak Prof. H.
Imam Fu‟adi, M.Ag. selaku Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga
Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
3. Bapak Dr. H.
Dede Nurohman, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut
Agama Islam Negeri Tulungagung.
4. Bapak Nur Aziz
Muslim, M. HI. selaku Ketua Jurusan Manajeman Bisnis Syariah Institut Agama
Islam Negeri Tulungagung.
5. Bapak Moh. Farih Fahmi,S.Pd.,M.Pd sebagai pembimbing yang telah memberikan
pengarahan dan koreksi sehingga penelitian dapat terselesaikan.
6. Semua pihak yang
telah membantu terselesaikannya penulisan laporan penelitian ini.
Dengan penuh harap
semoga jasa kebaikan mereka diterima Allah SWT. dan tercatat sebagai amal shalih.
Akhirnya, karya ini penulis suguhkan kepada segenap pembaca, dengan harapan
adanya saran dan kritik yang bersifat konstruktif demi perbaikan.. Semoga karya
ini bermanfaat dan mendapat ridha Allah SWT.
Tulungagung,
10 April
2020
|
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL............................................................................................. I
KATA PENGANTAR ............................................................................................. II
DAFTAR ISI............................................................................................................. III
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A. Latar Belakang...................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................................. 2
C. Tujuan.................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................... 3
A. Pengertian Anggaran Kas..................................................................................... 3
B. Pentingnya Anggaran Kas..................................................................................... 4
C. Format Anggaran Kas........................................................................................... 5
D. Penyusunan Anggaran Kas................................................................................... 7
E. Langkah-langkah Penyusunan Anggaran Kas....................................................... 8
BAB III PENUTUP.................................................................................................. 9
A. Kesimpulan........................................................................................................... 9
B. Saran...................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan
rencana kerja dalam rangkawaktu satu
tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif oranglain.
Penyusunan anggaran sering diartikan sebagai perencanaan laba (proftplaning) .Dalam perencanaan
laba, manajemen menyusun rencana operasional yang implikasinyadinyatakan
dalam laporan laba rugi jangka pendek dan jangka panjang, neraca kas danmodal kerja
yang diproyeksikan dimasa yang akan datang. Untuk melukiskan anggarandan proses
penyusunan anggaran, layaknya sebagai suatu proyek pembangunan gedungberlantai tiga
puluh. Untuk membangun gedung tersebut diperlukan waktu tiga tahun.Gedung
tersebut akan dibangun berdasarkan cetakbiru (blue print) dan berdasarkanrencana biaya
yang dibuat oleh arsitek.
Setiap bulan dibuat anggaran biaya untukpedoman dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan setiap bagian gedung
tersebut,sehingga keseluruhan
pekerjaan gedung tersebut dapat terlaksana sesuai dengan blueprint yang telah dibuat dengan rencana biaya yang telah disusun sebelum
proyekdilaksanakan.Pengelolaan perusahaan
tidak jauh berbeda dengan pengelolaan suatu proyekpembangunan gedung yang
dijelaskan diatas.Untuk jangka waktu tertentu, misalnyalima sampai sepuluh
tahun, manajemen puncak menetapkan kearahmana perusahaanakan dijalankan.
Manajemen puncak menyusun semacam blue print
tentang kondisiyang akan dicapai perusahaan dalam jangka
panjang. Blue print ini berupa programjangka panjang
yaitu pangsa pasar, produk dan teknologi produksi, keuangan,kepegawaian,
citra perusahaan, system inforrnasi manajemen, budaya perusahaan danlain
sebagainya. Manajemen mengalokasikan sumberdaya yang ada untuk setiap program yangdisusunnya.Untuk menjamin terlaksananya program tersebut, manajemen menyusunanggaran yang berisi rencana
kerja tahunan dan taksiran nilai sumberdaya yangdiperlukan
untuk pelaksanaan rencana kerja tahunan dan taksiran nilai sumberdaya
yangdiperlukan untuk pelaksanaan rencana kerja tersebut.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian dari anggaran kas?
2. Apa pentingnya anggaran kas?
3. Bagaimana penyusunan anggaran
kas?
4. Bagaimana pendekatan anggaran
kas?
5. Bagaimana format anggaran kas?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian
anggaran kas.
2. Untuk mengetahui pentingnya
anggaran kas.
3. Untuk mengetahui penyusunan anggaran
kas.
4. Untuk mengetahui pendekatan
anggaran kas.
5. Untuk mengetahui format anggaran
kas.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Anggaran Kas
Anggaran kas adalah prediksi aliran keluar-masuknya uang yang direncanakan
perusahaan di dalam suatu periode tertentu, beserta penjelasan tentang
sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran kas tersebut.
Kas mempunyai kedudukan yang sentral dalam upaya menjaga kelancaran
operasional perusahaan. Jumlah kas yang memadai sangat penting bagi kelancaran
usaha perusahaan sehari-hari. Jumlah kas yang kurang akan mengakibatkan tidak
terbayarnya kewajiban perusahaan atau terganggunya operasional perusahaan,
sedangkan jumlah kas yang berlebih akan mengakibatkan adanya jumlah kas yang
menganggur (idle) atau jumlah kas yang tidak produktif.
Anggaran kas adalah perencanaan mutasi dan posisi kas jangka waktu
tertentu, yang terdiri atas :
1.
Perencanaan penerima kas (aliran
kas masuk)
2.
Perencanaan pengeluaran kas
(aliran kas keluar)
3.
Penetapan sisa kas minimum
Sifat aliran kas, baik aliran masuk maupun aliran keluar, dapat bersifat
kontinyu artinya frekuensi penerima/pengeluaran kas yang sering
diterima/dibayar oleh perusahaan ataupun bersifat tidak kontinyu/insidentil
artinya frekuensi penerima/pengeluaran kas yang jarang diterima atau dibayar
oleh perusahaan.
Contoh aliran kas masuk yang bersifat kontinyu misalnya penerima kas yang
berasal dari hasil penjualan produk secara tunai dan hasil pelunasan piutang.
Sedangkan contoh aliran kas masuk yang bersifat tidak kontinyu (insidentil)
misalnya; penerima kas yang berasal dari penyertaan pemilik perusahaan,
penjualan saham, penerima kredit bank, dan penjualan aktiva tetap yang sudah
tidak terpakai lagi.
Contoh aliran kas keluar yang bersifat kontinyu (rutin) misalnya
pengeluaran kas untuk pembelian bahan baku, pembayaran upah, gaji dan
kesejahteraan karyawan, pembayaran biaya listrik, air , telepon, dll. Sedangkan
aliran kas keluar yang bersifat tidak kontinyu (insidentil) misalnya;
pengeluaran kas misalnya untuk pembayaran bunga, pembayaran dividen, pembayaran
pajak penghasilan, pembayaran angsuran utang, pembelian kembali saham
perusahaan dan pembelian aktiva tetap.
B. Pentingnya Anggaran Kas
Kas berfungsi untuk membayar semua aktivitas yang dilakukan perusahaan,
baik dalam operasi sehari-hari maupun untuk investasi. Karena itu, bagi
perusahaan, memiliki alat pembayaran dalam jumlah dan waktu yang tepat akan
sangat bermanfaat positif bagi perusahaan. Kekurangan uang akan menyebabkan
perusahaan tidak dapat membayar berbagai aktivitas operasi dan investasi.
Pembelian dan pembayaran bahan baku akan terganggu, pembayaran biaya tenaga
kerja akan terganggu, dan pembayaran biaya-biaya lain akan terganggu.
Sebaliknya, kelebihan uang pada suatu saat, melebihi kebutuhan perusahaan,
menyebabkan terlalu banyaknya uang yang menganggur, padahal seharusnya uang
tersebut dapat dikelola secara lebih optimal lagi untuk kepentingan perusahaan.
Karena itu, penting sekali bagi perusahaan untuk memiliki kas dalam jumlah
dan waktu yang tepat agar kas tersebut dapat dipergunakan secara optimal tanpa
mengganggu operasi perusahaan. Untuk kepentingan itulah, sangat perlu sekali
dibuat suatu perencanaan yang baik untuk melihat berbagai sumber penerimaan dan
pengeluaran kas perusahaan untuk suatu periode tertentu.
Rencana perusahaan yang berupa antisipasi tentang berbagai aktivitas yang
memerlukan uang dalam jumlah dan waktu yang diperkirakan serta antisipasi
tentang berbagai penerimaan uang dalam jumlah dan waktu yang diperkirakan
tersebut harus sekaligus menunjukkan sumber-sumber penggunaan dan penerimaan
kas. Setiap sumber penerimaan kas harus dapat dibuat taksirannya tentang berapa
banyak uang yang akan diperoleh dari setiap sumber tersebut dan kapan uang
tersebut akan diterima. Setiap sumber pengeluaran juga harus dapat dibuat
taksirannya tentang berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut
dan kapan uang tersebut dibutuhkan.
Dari perbedaan jumlah dan waktu aliran dana yang diterima dan aliran dana
keluar tersebut, akan terlihat tingkat keseimbangan antara keduanya. Jika
jumlah uang yang akan diterima lebih besar dari jumlah uang yang akan
dikeluarkan, cukup dilihat waktu dibutuhkannya uang tersebut dan waktu
dikeluarkannya uang tersebut. Jika jumlah uang yang akan dikeluarkan lebih
besar dari jumlah uang yang diterima, maka perusahaan harus membuat efisiensi
pada pos-pos yang memungkinkan. Jika efisiensi telah dilakukan tetapi jumlah
uang yang akan dikeluarkan tetap lebih besar dari jumlah uang yang akan
diterima, maka perusahaan perlu mengelola waktu diterima dan dikeluarkannya kas
tersebut, agar pada saat dibutuhkan uang tersebut telah ada dalam anggaran kas.
Jadi pada dasarnya, tujuan dibuatnya anggaran kas adalah untuk memberikan
infomasi yang relevan tentang taksiran penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan
pada suatu periode tertentu di masa mendatang.
Ada dua pendekatan pokok yang dapat dipakai dalam penyusunan anggaran kas
yaitu:
1.
Metode penerimaan dan pengeluaran
kas (metode terpadu)
2.
Metode aliran kas menurut laporan
perhitungan laba rugi (metode pendapatan neto yang disesuaikan).
Dalam menyusun anggaran kas tentunya harus memperhatikan safety cash
balance. Safety cash balance merupakan jumlah kas minimal yang harus
dipertahankan oleh perusahaan agar dapat memenuhi kewajiban finansialnya pada
setiap saat diperlukan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya safety cash balance adalah :
1.
Perbandingan antara aliran kas
masuk dan aliran kas keluar
2.
Penyimpangan aliran kas yang
diperkirakan
3.
Adanya hubungan baik dengan pihak
perbankan.
C. Format Anggaran Kas
Walaupun tidak ada ketentuan baku tentang bagaimana seharusnya anggaran kas
disusun, tetapi terdapat suatu format yang dinilai baik dan sistematis tentang
penyusunan anggaran kas sekaligus laporan arus kas suatu perusahaan.
Format tersebut membagi arus kas kedalam 3 kelompok, yaitu:
1.
Aktivitas Operasi
Adalah berbagai aktivitas yang berkaitan dengan upaya perusahaan untuk
menghasilkan produk perusahaan sekaligus semua upaya yang terkait dengan upaya
menjual produk tersebut. Karena di dalam aktivitas ini tercakup beberapa
aktivitas utama, yaitu :
a.
Penjualan Produk Perusahaan
Adalah semua penerimaan yang berasal dari penjualan tunai semua produk yang
menjadi sumber penghasilan perusahaan. Untuk perusahaan jasa adalah jasa yang
di jual perusahaan tersebut. Untuk perusahaan dagang adalah barang yang
diperjualbelikan perusahaan tersebut. Sedangakan perusahaan manufaktur adalah
barang yang di produksi dan di jual perusahaan tersebut. Penjualan produk
tersebut akan menghasilkan penerimaan bagi perusahaan.
b.
Penerimaan Piutang
Adalah penerimaan yang bersal dari penjualan kredit yang dilakukan
perusahaan. Penjualan kredit menghasilkan piutang, pada saat piutang tersebut
dibayar akan menyebabkan penerimaan piutang bagi perusahaan.
a.
Pendapatan dari sumber luar usaha
Adalah pendapatan diluar penjualan produk perusahaan. Penjualan di luar
produk utama perusahaan akan mengakibatkan penerimaan kas bagi perusahaan.
b.
Pembelian bahan baku/barang
dagangan
Adalah aktivitas pembelian bahan utama dari suatu produk yang dihasilkan perusahaan
manufaktur. Sedangkan pembelian barang dagangan adalah barang yang dibeli
perusahaan dagang untuk dijual lagi. Pembelian bahan baku atau barang dagangan
secara tunai adalah aktivitas pengeluaran
c.
Pembayaran biaya tengaga kerja
Adalah semua pembayaran upah orang yang terlibat secara langsung dalam
proses produksi. Pembayaran upah tenaga kerja merupakan aktivitas pengeluaran
kas bagi perusahaan.
d.
Pembayaran biaya-biaya overhead
Adalah pembayaran semua biaya produksi selain biaya tenaga kerja dan biaya bahan
baku.
e.
Pembayaran biaya-biaya pemasaran
Adalah semua aktivitas distribusi produk perusahaan sejak dari gudang
perusahaan sampai ke tangan konsumen. Aktivitas pembayaran biaya pemasaran
merupakan aktivitas pengeluaran kas perusahaan.
f.
Pembayaran biaya-biaya
administrasi dan umum
Adalah semua pembayaran aktivitas operasi kantor dan umum. Pembayaran semua
biaya administrasi dan umum merupakan aktivitas pengeluaran kas perusahaan.
2.
Aktivitas Investasi
Adalah berbagai aktivitas yang terkait dengan pembelian dan penjualan harta
perusahaan yang dapat menjadi sumber pendapatan perusahaan. Seperti pembelian
dan penjualan gedung, tanah, kendaraan, pembelian obligasi/saham perusahaan
lain.
3. Aktivitas Pembiayaan
Adalah semua aktivitas yang berkaitan dengan upaya untuk mendukung operasi
perusahaan dengan menyediakan kebutuhan dana dari berbagai sumbernya beserta
konsekuensinya. Misalnya penerbitan surat utang, penerbitn obligasi, penerbitan
saham baru, pembayaran dividen, pelunasan utang.
D.
Penyusunanan
Anggaran Kas
Manfaat penyusunan anggaran kas bagi perusahaan adalah
dapat diketahui bilamana perusahaan dalam keadaan defisit dan keadaan surplus
sebagai akibat operasi perusahaan. Tahapan susunan anggaran kas adalah sebagai
berikut :
a.
Menyusun taksiran
penerimaan kas dan pengeluaran kas menurut rencana operasional perusahaan.
b.
Menyusun taksiran
kebutuhan dana yang diperlukan untuk menutup defisit dan menyusun taksiran
pembayaran bunga utang beserta waktu pelunasan kembali utang tersebut. Atau
menyusun taksiran pembelanjaan dana karena adanya dana idle setelah
diperhitungkan safety cash balance.
c.
Menyusun kembali
taksiran seluruh penerimaan dan pengeluaran kas, yang merupakan anggaran kas
final.
Terdapat dua macam anggaran kas yang diperlukan oleh
perusahaan yaitu:
1.
Anggaran kas jangka
pendek
Anggaran ini merupakan alat operasional pengendalian
kas sehari-hari. Jangka waktunya disesuaikan dengan anggaran tahunan. Anggaran
ini juga berfungsi sebagai alat pemberian otoritas kas keluar yang secara terus
menerus disesuaikan dengan arus kas masuk dan situasi keuangan pada umumnya.
2.
Anggaran kas jangka
panjang
Anggaran ini meliputi jangka waktu lima sampai sepuluh
tahun yang disesuaikan dengan perencanaan perusahaan yang telah disusun.
Anggaran ini berguna untuk mengetahui kemampuan perusahaan menambah dana dari
sumber-sumber internal dan sekaligus memperkirakan saldo kas pada akhir setiap
tahun anggaran.
E.
Langkah-Langkah
Penyusunan Anggara Kas
Tahapan penyusunan anggaran kas adalah sebagai
berikut:
a.
Menyusun anggaran penagihan
piutang.
b.
Menyusun anggaran
penerimaan kas yang terdiri dari penerimaan tunai, penagihan piutang dan
penerimaan lainnya.
c.
Menyusun anggaran
pengeluaran kas.
d.
Menyusun anggaran kas
sementara, untuk mengetahui kemungkinan terjadinya defisit kas.
e.
Memperkirakan
pembayaran, bunga dan menyusun skema pembayaran bunga secara lengkap.
f.
Menyusun anggaran kas
akhir.
Tujuan penyusunan anggaran kas antara lain adalah:
1.
Menunjukkan posisi
kas pada akhir periode sehingga dapat diketahui apakah posisi kas tersebut surplus
atau defisit.
2.
Menunjukkan kebutuhan
untuk mencari pinjaman jika terjadi defisit kas atau jumlah kas pada akhir
periode tidak mencukupi jumlah minimal kas yang disyaratkan.
3.
Mengkoordinasikan
jumlah kas dalam hubungannya dengan:
a.
Kebutuhan kas untuk menjamin
ketersediaannya modal kerja
b.
Penerimaan kas dari
penjualan
c.
Kebutuhan kas untuk
investasi
d.
Kebutuhan kas untuk
pembayaran utang
4.
Menetapkan dasar
perkreditan yang efektif jika perusahaan akan memberikan fasilitas
kredit bagi konsumennya.
5.
Pengendalian posisi
kas.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Anggara kas adalah
prediksi aliran keluar-masuknya uang yang direncanakan perusahaan di dalam
suatu periode tertentu, beserta penjelasan tentang sumber-sumber penerimaan dan
pengeluaran kas tersebut. Kas berfungsi untuk membayar semua aktivitas yang
dilakukan perusahaan, baik dalam operasi sehari-hari maupun untuk investasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya safety cash balance adalah :
1.
Perbandingan antara aliran kas
masuk dan aliran kas keluar
2.
Penyimpangan aliran kas yang
diperkirakan
3.
Adanya hubungan baik dengan pihak
perbankan
Manfaat penyusunan
anggaran kas bagi perusahaan adalah dapat diketahui bilamana perusahaan dalam
keadaan defisit dan keadaan surplus sebagai akibat operasi perusahaan. Terdapat
dua macam anggaran kas yang diperlukan oleh perusahaan yaitu: Anggaran kas
jangka pendek dan Anggaran kas jangka panjang
Ada dua pendekatan yang dapat
digunakan dalam menyusun anggaran kas yaitu, pendekatan penerimaan dan
pengeluaran kas dan pendekatan akuntansi keuangan. Walaupun tidak ada baku
tentang bagaimana seharusnya anggaran kas disusun, tetapi terdapat suatu format
yang dinilai baik dan sistematis tentang penyusunan anggaran kas sekaligus
laporan arus kas suatu perusahaan.
B. Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan pada para pembaca pada umunya dan
penulis pada khususnya dapat mengetahui, memahami dan menambah wawasan tentang
Anggaran Kas dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Rahayu Sri, Andry.
2013. Penyusu anggaran perusahaan. Graha Ilmu Yogyakarta.
Rudianto. 2008.
Penganggaran. Erlangga. Jakarta.
Suci Made. 2017.
Anggaran Perusahaan, singaraja.



Komentar
Posting Komentar