Makalah Memahami Manajemen Hubungan Pelanggaran
MEMAHAMI
MANAJEMEN HUBUNGAN PELANGGAN
Diajukan untuk
memenuhi tugas mata kuliah
Manajemen Pelanggan
Dosen Pengampu:
Dhiya’u Shidqy,SE.MM
Oleh : Kelompok
04
|
1. |
Budi Ahmad Romadhon |
12405173151 |
|
2. |
Putri Sejati |
12405173161 |
|
3. |
Ade Irma Nurjayanti
|
12405173163 |
|
4. |
Ika Diana Akustik |
12405173184 |
|
5. |
Aulia Fijanatin |
12405173189 |
JURUSAN MANAJEMEN BISNIS ISLAM
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) TULUNGAGUNG
MARET 2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah
penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. atas segala karunianya sehingga laporan
penelitian ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa abadi
tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan umatnya.
Sehubungan
dengan selesainya penulisan makalah ini maka penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1.
Bapak
Dr. Maftukhin, M.Ag. selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
2.
Bapak
Prof. H. Imam Fu‟adi, M.Ag. selaku Wakil Rektor bidang Akademik dan
Pengembangan Lembaga Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
3.
Bapak
Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
4.
Bapak
Nur Aziz Muslim, M. HI. selaku Ketua Jurusan Manajeman Bisnis Syariah Institut
Agama Islam Negeri Tulungagung.
5.
Bapak
Dhiya’u Shidqy, SE.MM sebagai pembimbing yang telah memberikan pengarahan dan
koreksi sehingga penelitian dapat terselesaikan.
6. Semua pihak yang telah
membantu terselesaikannya penulisan laporan penelitian ini.
Dengan penuh
harap semoga jasa kebaikan mereka diterima Allah SWT. dan tercatat sebagai amal
shalih. Akhirnya, karya ini penulis suguhkan kepada segenap pembaca, dengan
harapan adanya saran dan kritik yang bersifat konstruktif demi perbaikan..
Semoga karya ini bermanfaat dan mendapat ridha Allah SWT.
|
Tulungagung, 24 Maret 2020 |
DAFTAR ISI
HALAMAN
SAMPUL............................................................................................. i
KATA
PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR
ISI............................................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN........................................................................................
A.
Latar
Belakang............................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah.......................................................................................... 1
C.
Tujuan............................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................
A. Manajemen hubungan pelanggan................................................................... 2
B. Konsep manajemen hubungan pelanggan
C. Customer relationship management............................................................... 3
D. Komponen manajemen hubungan pelanggan................................................. 4
BAB III PENUTUP..............................................................................................................
A.
Kesimpulan.................................................................................................... 11
B.
Saran.............................................................................................................. 11
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan
bisnis ritel sangat pesat dekade ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya usaha ritel yang bermunculan untuk
menarik minat konsumen dengan harapan dapat memimpin pasar, sehingga persaingan
dalam dunia ritel akan semakin ketat. Di Indonesia, perkembangan ritel telah
memasuki era praktis seperti yang ada di negara-negara maju. Ini khususnya
terjadi di kota-kota besar, seperti
Jakarta, Bandung,Surabaya, Palembang, Makasar, dan Medan.
Setiap
tahunnya pertambahan pelaku bisnis semakin meningkat,sehingga persainggan
bisnis semakin menumpuk juga. Pelaku bisnis memirkan bagaimana caranya agar
usaha dalam bisnis dapat memperoleh keuntunganyang meningkat dengan cara
menambah pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang lama. Salah satu cara
agar bisa lebih unggul maka di gunakan hubungan dengan pelanggan yaitu melayani
segala kebutuhan pelanggan agar tercukupi.hubungan yang di bina tidak hanya
sekedar hubungan jangka pendek,melainkan hubungan jangka panjang.untuk
mewujudkan hal tersebut perusahaan tidak hanya berorientasi pada transaksi
penjualan saja,melainkan menjalin hubungan jangka panjang dengan konsumen dan
pelanggan.maka pendekatan relationship marketing perlu di terapkan di dalam
perusahaan.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
itu manajemen hubungan pelanggan?
2.
Apa
saja konsep manajemen hubungan pelanggan?
3.
Apa
itu customer relationship management?
4.
Apa
saja komponen manajemen hubungan pelanggan?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui
itu manajemen hubungan pelanggan
2.
Mengetahui
Apa saja konsep manajemen hubungan pelanggan
3.
Mengetahui
apa itu customer relationship management
4.
Mengetahui
komponen manajemen hubungan pelanggan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management)
Konsep manajemen
hubungan pelanggan tidak lepas dari perspektif Relationship Marketing, relationship
marketing adalah aplikasi pengetahuan terkini mengenai para pelanggan
individual secara konsisten untuk keperluan perancangan produk dan jasa yang
dikomunikasikan secara interaktif dalam rangka mengembangkan hubungan jangka
panjang berkesinambungan yang saling menguntungkan. Asumsi utama Customer Relationship Management bahwa
sama dengan Relationship Marketing
yaitu bahwa membangun relasi jangka panjang merupakan cara terbaik untuk
menciptakan loyalitas pelanggan. Selain itu pelanggan yang loyal cenderung
lebih profitable daripada pelanggan
yang tidak loyal.
Untuk membangun
hubungan yang kuat dengan para pelanggan bisnis maka Relationship harus memiliki tiga karakteristik. Pertama, relationship itu adalah suatu proses
berkelanjutan yang panjang tidak mungkin membangun suatu relationship. Dalam
hal ini kita tidak bisa melakukan komunikasi yang sifatnya intim tetapi lebih
pada yang sifatnya umum. Kedua adalah komitmen, komitmen akan kuat jika
masing-masing pihak rela melakukan investasi, baik investasi dalam uang, waktu,
kesetiaan, dan sebagainya. Ketiga, di dalam relationship itu ada
ketergantungan, ketergantungan yang baik adalah yang sifatnya volunteer (sukarela) yaitu sebuah
kondisi di mana pelanggan merasakan adanya manfaat dan ketergantungan tersebut
bukan karena dipaksa oleh pihak lain.
B. Konsep Manajemen
Hubungan Pelanggan
Manajemen hubungan pelanggan
adalah:
1. Suatu
aktivitas yang melibatkan seluruh sumber daya manusia untuk mempertahankan
pelanggan yang ada.
2. Suatu
strategi untuk mengelola dan menjaga hubungan dengan pelanggan.
3. Suatu
usaha untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan pelanggan. Sedangkan Customer Relationship Management
merupakan kolaborasi dengan setiap pelanggan yang mampu menciptakan keadaan
yang tidak merugikan salah satu pihak atau merupakan suatu strategi merek ofensif dan defensif. Dengan menjadi lebih dekat dengan pelanggan, perusahaan
akan memiliki kesempatan untuk menjual lebih banyak kepada mereka, keluarga
atau teman-teman mereka. Pelanggan yang merasa puas dengan produk dan layanan
dasar perusahaan, serta merasa perusahaan akan terus menerus memahami
kebutuhan-kebutuhan mereka akan menolak pindah ke pesaing.
C. Tiga Landasan Customer Relationship Management
Mendefinisikan
CRM sebagai suatu fokus dalam menghasilkan nilai optimal bagi para pelanggan
melalui bagaimana cara perusahaan berkomunikasi dengan pelanggan, bagaimana
perusahaan memasarkannya, dan bagaimana perusahaan melayani mereka, serta
melalui media tradisional yang meliputi produk, harga, promosi dan distribusi.
Pelanggan termotivasi melakukan
pembelian tidak hanya berdasarkan harga dan produknya saja, tetapi berdasarkan
keseluruhan yang mencakup produk dan harga serta seluruh interaksi mereka
dengan perusahaan. Jika perusahaan dapat menyampaikan interaksi pemasaran,
penjualan, jasa, serta dukungan secara konsisten maka perusahaan akan diberikan
penghargaan berupa loyalitas pelanggan, hal yang sangat penting dalam
keunggulan bersaing.
Customer
relationship management merupakan kombinasi dari
proses bisnis dan teknologi yang tujuannya untuk memahami pelanggan dan
berbagai prospektif untuk membedakan produk dan jasa perusahaan secara
kompetitif. Fokus dari customer
relationship management itu sendiri adalah untuk memperbaiki tingkat
kepuasan pelanggan, meningkatkan minat pelanggan dan meningkatkan pendapatan
dari pelanggan yang ada, dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan,
globalisasi dan perputaran pelanggan serta perkembangan biaya pengakuisisian
pelanggan. Dengan diterapkannya CRM, memungkinkan perusahaan untuk memiliki
kapabilitas untuk memahami perilaku perubahan pelanggan dengan lebih baik dan
untuk menentukan tipe komunikasi yang bagaimana yang seharusnya dijalankan
dalam menghadapi pelanggan.
Pada dasarnya
CRM bertujuan mengenali Pelanggan yang terbaik dan memberikan kepercayaan
terhadap Pelanggan, memetivasi pelanggan, memenuhi harapan mereka dan membuat
hidup mereka berubah, maka Pelanggan suatu perusahaan tidak boleh diperlakukan
secara sama.
D. Komponen
Manajemen Hubungan Pelanggan
Manajemen
hubungan Pelanggan memiliki 3 (tiga) komponen utama yang saling berintegrasi,
yaitu:
1.
Orang (People)
Peran yang
sangat penting dalam hubungan manajemen Pelanggan adalah orang atau manusia
sebagai pelaksana. Di dalam dimensi manusia, faktor kunci yang harus
diperhatikan adalah seperti struktur organisasi, peran dan tanggung jawab,
budaya perusahaan, prosedur, dari program change management secara menyeluruh.
Perusahaan tidak boleh sama, sekali meremehkan pentingnya keterlibatan staf
garis depan dalam membangun dan menjalankan program hubungan manajemen pelanggan.
2.
Proses (Process)
Proses manajemen hubungan pelanggan
adalah sebagai berikut:
a. Identifikasi
Sebuah perusahaan pertama kali sebaiknya melakukan
identifikasi siapa pelanggan berdasarkan data yang ada yang dapat menguntungkan
perusahaan dan mengapa dia menguntungkan. Ada beberapa hal yang perlu diketahui
tentang pelanggan, seperti:
1. Firmagrafik,
yaitu informasi tentang pelanggan atau perusahaan yang melakukan bisnis dengan
kita, seperti misalnya : Indotimat, bidang, bisnis, kode pos, kode bisnis,
jumlah karyawan, penjualan tahunan.
2. Demografi
dan psikografi, terutama informasi yang menyangkut contact person (pelanggan,), seperti umur, sex, dan pendekatan
psikologis yang diinginkan.
3. Infografi,
bagaimana contact person menginginkan cara interaksi dalam mendapatkan
informasi mengenai dirinya.
Pada tahap
identifikasi ini bertujuan untuk menentukan kriteria secara tepat siapa
Pelanggan yang akan dibidik, lebih tepatnya who
will be our most profitable consumers. Perusahaan harus dapat
mengimplementasikan pengetahuan (knowledge)
tentang pelanggan ke setiap area di perusahaan tersebut, dan manajemen di level
tertinggi sampai pada setiap pegawai yang berhubungan langsung dengan
pelanggan.
Proses
identifikasi ini ditujukan untuk mengenai lebih jauh mengenai pelanggan yang
pernah dan akan berbisnis dengan kita. Jika perusahaan tidak memiliki kemampuan
untuk mengenali keunikan pelanggan sebagai suatu individu yang berbeda satu
sama lain, maka perusahaan tidak dapat melakukan proses berikutnya. Inti dari
hubungan manajemen Pelanggan pada tahap ini adalah memilah-milah dari sekian
banyak pelanggan yang ada, pelanggan mana yang paling menguntungkan.
b. Diferensiasi
(Differentiation)
Pada tahap differensiasi ini perusahaan harus dapat
mengsegmentasikan pelanggan berdasarkan tingkah laku, demografi, ekspektasi
pelanggan, mengenali siapa pelanggan yang benar-benar profitable dan yang tidak
profitable. Tidak seluruh pelanggan
memberikan keuntungan, karena boleh jadi pelayanan dari produk yang ditawarkan
tidak sesuai dengan harapan pelanggan. Secara sederhana pelanggan dibagi
menjadi tiga kelompok, yaitu :
1. Most Valuable
Customer (MVC) adalah pelanggan yang saat ini memberikan
profit besar bagi perusahaan.
2. Most Growable
Customer (MGC) adalah pelanggan yang akan menjadi sangat
berharga bila kita mampu menjalin lebih banyak lagi bisnis dengan mereka (meski
saat ini belum begitu berharga).
3.
Below
Zero Customer (BCZ) adalah pelanggan yang membuat
rugi karena biaya untuk melayani mereka lebih besar dan pendapatan yang
diterima.
Pengelompokkan
pelanggan menjadi berbagai kelompok ditujukan agar perusahaan dapat membuat
strategi layanan dan memfokuskan energinya pada kelompok yang tepat. Perusahaan
dapat membuat kritenia berdasarkan motivasi pelanggan tersebut bagi perusahaan
dan tempat tinggal, umur, ras, jenis kelamin, kebutuhan, keinginan, tingkah
laku, pendapatan, dan sebagainya.
3. Interaksi
(Interaction)
Perusahaan harus dapat membuat rencana terbaik untuk
berinteraksi dengan pelanggan kemudian membuat program kesetiaan pelanggan, cross selling, dan sebagainya. Setelah
dapat membedakan para pelanggan berdasarkan kritenia yang telah ditentukan,
maka proses selanjutnya adalah melakukan interaksi timbal balik antara
pelanggan dengan perusahaan, sehingga perusahaan dapat mempelajari lebih lanjut
dan mendalam mengenai keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan menggunakan
peran teknologi sehingga interaksi-interaksi terekam dengan baik. Semakin lama
interaksi terjadi, semakin tahu satu sama lain, semakin enggan pelanggan pindah
ke pesaing karena berat untuk memulai hubungan baru. Interaksi dapat dilakukan
dengan e-mail, telepon, Fax, surat, tatap muka, dan sebagainya.
4. Personalisasi
(Personalization Customization)
Personalisasi yang dimaksud adalah membuat produk
atau program memotivasi pelanggan yang disesuaikan dengan keinginan pelanggan
secara terus menerus dengan menggunakan semua informasi yang telah didapat
sebelumnya. Konsep Customer Relationship
Management secara sederhana adalah memperlakukan pelanggan yang berbeda
dengan cara yang berbeda. Filososfi yang lebih dalam adalah memperlakukan
pelanggan dengan cara seperti apa yang ia inginkan.
hubungan manajemen Pelanggan menyadari bahwa
motivasi pelanggan berbeda-beda mewakili nilai perusahaan yang juga berbeda.
Oleh karena itu pelanggan tidak boleh diperlakukan secara sama. Jadi, tujuan
CRM adalah mengenai pelanggan terbaik dan mempercayainya dengan meningkatkan
pemahaman perusahan akan kebutuhan mereka secara individu, memenuhi harapan
mereka terhadap perusahaan, dan membuat hidup mereka berubah.
Dalam melakukan personalisasi, perusahaan dapat
melakukan empat pendekatan, yaitu pertama, perusahaan berbicara dengan
pelanggan untuk mengetahui kebutuhan mereka berdasarkan pilihan yang sudah ada.
Kedua, perusahan menyediakan produk dasar yang dapat disesuaikan dengan
kebutuhan pelanggan tanpa intervensi dan pelanggan. Ketiga, perusahaan
menyediakan produk dasar dan tambahan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan
pelanggan, dan yang terakhir adalah perusahaan merubah barang atau layanan
dengan cara mengamati pelanggan untuk memenuhi kebutuhannya.
5. Teknologi
(Technology)
Hubungan manajemen Pelanggan terkait dengan
teknologi tetapi sebaiknya tidak terlalu mengandalkan teknologi atau CRM karena
tidak secara otomatis dapat menggantikan hubungan pelanggan dengan perusahaan.
CRM merupakan suatu strategi yang mengintegrasikan seluruh proses dan
memudahkan perusahaan mencari data, memilih serta mengakuisisi apa yang diinginkan
dengan adanya hubungan antara front
office dengan back office.
Tetapi, kita harus melihat lebih dulu strutktur bisnis, perilaku Pelanggan,
karyawan, maupun budaya kerjanya, karena teknologi tidak dapat memecahkan
persoalan begitu saja.
Selama ini persepsi orang terhadap CRM berbeda-beda.
Orang teknologi berpendapat bahwa teknologi adalah nomor satu dalam penerapan
hubungan manajemen Pelanggan. Sebaliknya, orang pemasaran atau konsultan
mengatakan bahwa strategi pemasaran adalah yang utama dalam CRM. Kunci sukses
penerapan CRM adalah orang (karyawan), proses, dan baru kemudian teknologi.
Orang adalah yang utama, jika kata-kata hubungan manajemen Pelanggan
diperhatikan maka relationship is about
people to people, hubungan antara orang dengan orang. inilah yang pertama.
Kedua adalah proses yang berorientasi pada kepuasan dan loyalitas pelanggan.
Misalnya, strategi sales, marketing,
atau customer servicenya seperti apa.
Ketiga, teknologi yang dibutuhkan, misalnya analitis, operasional, komputer,
SMS (short message service), atau apa
saja, yang penting teknologi dapat digunakan dengan fokus pada pelanggan dan
mudah dalam penggunaanya. Pada akhirnya, semua upaya yang dilakukan hubungan
manajemen Pelanggan tidak lain untuk membangun, meningkatkan dan mempertahankan
pelanggan yang setia.
E. Tujuan Manajemen
Hubungan Pelanggan
Dalam
penerapannya, manajemen hubungan pelanggan memiliki beberapa tujuan,
diantaranya:
a. Mendapatkan
pelanggan
b. Mengetahui
pelanggan
c. Mempertahankan
pelanggan yang menguntungkan
d. Mengembangkan
pelanggan yang menguntungkan
e. Merubah
pelanggan yang belum menguntungkan menjadi menguntungkan.
Pada dasarnya
hubungan manajemen Pelanggan bertujuan untuk proses adaptasi antara perusahan
dengan pelanggannya. Program CRM yang diterapkan denganh baik adalah seperti
benang yang menjalar ke seluruh perusahaan. Jadi, departemen apapun yang
sebenarnya bertanggung jawab menjalankan program hubungan manajemen Pelanggan,
setiap divisi, setiap departemen, dan setiap anggota karyawan harus tahu tentang
program tersebut, tujuan-tujuannya, dan yang paling penting, apa peranan mereka
dan bagaimana mereka dapat memberikan kontribusi dalam menjalankan program itu.
Akhirnya, tujuan CRM adalah untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan satu
pelanggan.
F. Program Customer Relationship Management (CRM)
Mengungkapkan
bahwa CRM mempunyai tiga tipe program, yaitu continuity marketing, one to one marketing dan partnering program.
Ketiga program tersebut mempunyai bentuk yang berbeda-beda yakni untuk pemakai
akhir, pelanggan distributor, atau pelanggan business to business. Perhatian yang besar untuk mempertahankan
pelanggan telah menyebabkan banyak perusahaan berusaha mengembangkan continuity marketing program yang
ditujukan untuk mempertahankan pelanggan dan meningkatkan loyalitas mereka. Bagi
Pelanggan dalam pasar massal program ini biasanya berbentuk program kartu
keanggotaan dan juga kartu loyalitas di mana Pelanggan sering diberi
penghargaan yang dapat berupa layanan khusus secara individu, poin untuk upgrades, diskon, serta pembelian
silang.
Untuk pelanggan
distributor, continuity marketing program
dilaksanakan dalam bentuk programprogram penambahan yang berkelanjutan mulai
dari program manajemen Just in Time
(JIT) sampai kepada respon Pelanggan, temasuk di dalamnya proses pemesanan
elektronik dan perencanaan sumber material. Dalam pasar bisnis,
program ini berbentuk program
pelanggan khusus atau perjanjian sourcing khusus termasuk single sourcing, dual sourcing, dan network sourcing, serta
perjanjian sourcing Just in Time.
Dasar dan program continuity marketing
adalah untuk mempertahankan pelanggan dan meningkatkan loyalitas melalui
pelayanan khusus jangka panjang yang berpotensi untuk meningkatkan nilai
melalui saling mempelajari masing-masing pihak.
One
to One Marketing atau pendekatan pemasaran secara
individual merupakan suatu program yang ditujukan pada pemenuhan pemuasan
kebutuhan yang dimiliki oleh pelanggan yang unik dan secara individual. Suatu
konsep yang dahulu biasa terdapat dalam business
to business marketing saat ini juga diimplementasikan dalam konteks pasar
massal dan pelanggan distributor. Dalam pasar massal, informasi pelanggan
secara individu dapat diperoleh dengan biaya rendah sehubungan dengan tingginya
tingkat perkembangan teknologi informasi dan ketersediaan data. Dengan
menggunakan, informasi online dan database, interaksi pelanggan individu, para
pemasar mencoba untuk memenuhi kebutuhan unik dan pelanggan secara masal.
Informasi pelanggan individu digunakan untuk membangun pemasaran interaktif dan
program pasca pemasaran dalam mengembangkan pelanggan.
Untuk pelanggan
distributor, program ini berbentuk customer
business development. Hubungan ini memerlukan tindakan kooperatif dalam
penciptaan nilai. Dalam konteks pasar bisnis, dikenal dengan program key account management dimana para
pemasar membentuk tim pelanggan yang menjembatani sumber daya perusahaan sesuai
dengan kebutuhan pelanggan individual. Program ini memerlukan alokasi sumber
daya yang ekstensif dan perencanaan gabungan dengan pelanggan. Program ini
dilaksanakan untuk pelanggan domestic yang berlokasi ganda.
Tipe ketiga dari
program CRM adalah hubungan kemitraan antara pelanggan dan para pemasar untuk
melayani kebutuhan ppmakai akhir. Dalam pasar masal terdapat dua tipe partnering program yaitu Co-branding dan Affinity Partnering. Co-branding dua pemasaran menggabungkan
sumber daya dan keahlian merek untuk mengalokasikan produk dan jasa lanjutan
untuk pelanggan pasar masal. Affinity
partnering program mirip dengan Co-branding
hanya saja para pemasar tidak menciptakan merek baru tetapi menggunakan
strategi endorsement. Biasanya
program ini mencoba untuk mengambil keuntungan dan keanggotaan pelanggan dalam
satu kelompok untuk melakukan pembelian silang terhadap produk atau jasa
lainnya.
Pada pelanggan
distributor, program ini diimplementasikan melalui logsitics partnering dan usaha pemasaran kooperatif. Pada kemitraan
tersebut pemasar dan pelanggan distributor bekerja sama dan berkolaborasi dalam
mengelola inventori dan supply logistic
serta bersatu dalam usaha pemasaran gabungan. Untuk pelanggan bisnis, partnering program berupa Co-design, Co-development, dan kegiatan Comarketing yang saat ini kurang popular
untuk digunakan. Yang dilakukan diantaranya yaitu melakukan kerjasama dengan
perusahaan lain untuk melayani kebutuhan pelanggan dan memberikan atau
menyediakan layanan lain yang dibutuhkan pelanggan. Dalam perusahaan
distribusi, hubungan pelanggan sangatlah penting dalam menciptakan kesetiaan
pelanggan. Dalam hal ini jalinan hubungan akan menciptakan nilai motivasi lebih
kepada pelanggan dibandingkan dengan faktor lain seperti harga dan fitur
produk, karenanya akan meningkatkan lifetime
value bagi pelanggan. Perusahaan distribusi berusaha untuk memberikan lebih
dari sekedar kepuasan pelanggan dan memastikan memberikan nilai melalui suatu
jalinan hubungan daripada hanya berdasarkan transaksional saja. Penelitian
menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan saja tidak cukup untuk membangun motivasi
pelanggan.
CRM dalam industri distribusi
produk didasarkan kepada prinsip dasar yang menyatakan bahwa layanan yang baik
tidak menjamin kepuasan pelanggan dan kepuasan pelanggan tidak menjamin motif
pelanggan untuk tetap melakukan pembelian. Karena itu timbullah kebutuhan akan
hubungan pelanggan yang kuat untuk membangun loyalitas. Dengan demikian dalam
industri distribusi CRM merupakan suatu proses yang berkelanjutan dalam
mengelola moment of truth dan mencari
peluang dalam menciptakan motivasi pelanggan dengan tujuan membangun motivasi
pelanggan berdasarkan interaksi konstan antara pelanggan dengan produk dan
karyawan. Terdapat beberapa prinsip dasar CRM dalam industri distribusi yaitu
tercapainya tujuan dasar dan CRM hanya apabila perusahaan menjalin suatu
hubungan dengan seluruh pelanggan perusahaan; semua karyawan terlibat dalam
jalinan hubungan pelanggan yang berdasarkan database dan preferensi pelanggan;
konsistensi antara produk yang ditawarkan dengan penyampaian produk; memahami
pandangan, keinginan dan kebutuhan pelanggan, adanya reliabilitas terhadap
produk dan pelayanannya; memastikan bahwa pelanggan memperoleh semua informasi
mengenai produk dan jasa yang ditawarkan pihak perusahaan; pemberian
penghargaan kepada pelanggan setia.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Untuk membangun
hubungan yang kuat dengan para pelanggan bisnis maka Relationship harus memiliki tiga karakteristik. Pertama, relationship itu adalah suatu proses
berkelanjutan yang panjang tidak mungkin membangun suatu relationship. Dalam
hal ini kita tidak bisa melakukan komunikasi yang sifatnya intim tetapi lebih
pada yang sifatnya umum. Kedua adalah komitmen, komitmen akan kuat jika masing-masing
pihak rela melakukan investasi, baik investasi dalam uang, waktu, kesetiaan,
dan sebagainya. Ketiga, di dalam relationship itu ada ketergantungan,
ketergantungan yang baik adalah yang sifatnya volunteer (sukarela) yaitu sebuah kondisi di mana pelanggan
merasakan adanya manfaat dan ketergantungan tersebut bukan karena dipaksa oleh
pihak lain.
Manajemen hubungan pelanggan
adalah:
1. Suatu
aktivitas yang melibatkan seluruh sumber daya manusia untuk mempertahankan
pelanggan yang ada.
2. Suatu
strategi untuk mengelola dan menjaga hubungan dengan pelanggan.
3. Suatu
usaha untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan pelanggan.
B.
Saran
Tentunya makalah
ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami mengharap kepada pembaca dan
juga dosen pembimbing memberikan kritik dan Saranya untuk pengembangan makalah
ini lebih lanjut.
DAFTAR
PUSTAKA
Buttle,Francis.
2007. Customer Relationship Management: Terjemahan Arief Subiyanto.
Penerbit Bayumedia Publising: Jakarta.
Handito. 2002. Manajemen Hubungan Pelanggan: Erlangga,
Jakarta
Kotler,
Philip & Keller, Kevin L. 2007. Marketing Managament. Prentice Hall.
Inc. New Jersey.
Lukas,
Ade Paul, 2006, Makalah Seminar. Customer and Partner Relaltionship
Management, Telematic Research Group.
Nazir, 2003, Metode Penelititan. Ghalia
Indonesi, Jakarta
Schiffman,
Leon dan Kanuk,Leslie.Lazar. 2007, Perilaku Konsumen; edisi Bahasa
Indonesia, PT.Indeks.
Sekaran,
Uma, 2003.Metode Penelitian Bisnis. Second edition, John Willey &
Sons, Inc, NewYork.
Singarimbun,
Masri. 1995. Metode dan Proses Penelitian. Metode Penelitian Survei. Masri
Singarimbun dan Sofian Effendi (Editor). Edisi Revisi. LP3ES. p. 1-15.
Sugiyono,
2004, Metode Penelitian Bisnis, cetakan ketujuh. Bandung CV.Alphabet. 2007,
Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif: Alfabeta.Bandung.
Suharsimi
Arikunto, 1998. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktis, Bandung:
Rineka Cipta.
Sheth,
Jagdish N, Atul Parvatiyar & G. Shainesh, 2002. Customer Relationship
Management: Emerging Concepts, Thools, and Application. New Delhi:
Tata-McGrawHill.
Sutanto, 2007, Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan
Vol.5 No.1 Maret 2003.


Komentar
Posting Komentar